PERAN INFORMASI DALAM EFISIENSI PASAR MODAL

PERAN INFORMASI DALAM EFISIENSI PASAR MODAL

A. Pendahuluan
Pasar diartikan sebagai tempat bertemunya penjual dan pembeli antuk saling mengadakan pertukaran dan atau jasa (Husnan, 2001: 45). Pengertian pasar modal atau bursa efek adalah salah satu pasar dimana para investor bertemu untuk menjual atau membeli surat-surat berharga atau efek.
Menurut UU RI No. 8 Tahun 1995 tentang pasar modal. Bursa efek adalah pihak yang menyelenggarakan dan menyediakan sistem atau karena untuk mempertemukan penawaran jual atau beli efek pihak lain dengan tujuan mempertahankan efek diantara mereka.
Pasar modal merupakan alternatif menggali pembiayaan pembangunan. Modal dari pasar modal dapat berasal dari dalam dan luar negeri. Di pasar modal yang diperjual belikan adalah kepemilikan perusahaan dan surat pernyataan utama suatu perusahaan. Kepemilikan ini dapat berupa saham. Surat pernyataan utang seperti obligasi dan surat pernyataan utang lainnya yang berjangka panjang.
Dengan demikian, pasar modal dapat didefinisikan sebagai pasar untuk berbagai instrumen keuangan (sekuritas) jangka panjang yang bisa diperjualbelikan, baik yang diterbitkan oleh pemerintah, public outhorities, maupun perusahaan swasta (Husnan, 2001: 65).
Pasar modal mempunyai pengaruh penting dalam kegiatan ekonomi secara makro. Pasar modal dapat berperan sebagai alat untuk mengalokasikan sumber daya ekonomi secara optimal. Perusahaan yang memerlukan dana memandang pasar modal sebagai alat untuk memeperoleh dana yang menguntungkan dibandingkan dengan modal yang diperoleh dari pasar modal. Selain mudah memperolehnya juga biaya untuk memperoleh modal tersebut lebih murah.
Pada umumnya pasar adalah efisien jika harga benar-benar selalu mencerminkan ketersediaan informasi. Melihat pasar harus terdiri dari dua bagian: pasar informasi dan mekanisme harga. Betapapun pasar informasi dapat memberikan peningkatan perhatian. Istimewanya, pasar bisa efisien selama dan khususnya sekuritas yang respek sepanjang waktu. Di bagian lain, ketidaksempurnaan pasar informasi boleh mengubah-ubah sekuritas dan melewati waktu, dimana menghasilkan suatu gejala efisiensi yang relatif. Seperti suatu fenomena yang dihadapkan pada tawaran peluang-peluang riset yang memberikan pemahaman terbaik dalam memfungsikan pasar informasi juga pada pricing untuk sekuritas.
Mekanisme harga berisikan berbagai penerima dan semua fungsi (apa saja yang memungkinkan) dengan menyimpulkan dari informasi yang tersedia tentang harga. Ketersediaan ini berarti bahwa informasi berpengaruh terhadap penerima dari bagian input mekanisme harga. Pada segmen ini, pasar Informasi merupakan bagian yang menarik dari makalah ini dibandingkan dari beberapa faktor terikat dan kausalitas yang berisikan antara pasar informasi dan mekanisme pricing. Pasar benar-benar didefinisikan sebagai efisien jika harga selalu menggambarkan ketersediaan informasi secara lengkap.
Dari dalam pasar yang kompetitif, harga equilibrium. Suatu aktiva ditentukan untuk tawaran yang bersedia dan permintaan agregat. Harga keseimbangan ini mencerminkan konsensus antara partisipan psar tentang nilai dari aktiva tersebut, berdasarkan informasi yang tersedia. Jika suatu informasi baru yang relevan masuk kepasar yang berhubungan dengan suatu aktiva, maka informasi ini akan digunakan untuk menganalisis dan menginterprestasikan nilai dari aktiva yang bersangkutan. Akibatnya adalah kemungkinan pergeseran keangka equilibrium yang baru. Harga equilibrium ini akan tetap bertahan sampai suatu informasi baru lain merubah keharga equilibrium yang baru.
Bagaimana suatu pasar beraksi terhadap suatu informasi untuk mencapai harga keseimbangan yang baru merupakan hal yang penting. Jika pasar beraksi dengan cepat dan akurat untuk mencapai harga keseimbangan yang baru yang sepenuhnya mencerminkan informasi yang bersedia, maka kondisi pasar seperti ini tersebut dengan pasar modal (Jogiyanto, 1998:92).

B. Efisiensi Pasar Modal yang Disebabkan oleh Informasi
Efisiensi pasar adalah suatu gambaran bagaimana harga dalam pasar-pasar kompetitif beraksi terhadap informasi baru. Pasar yang efisien adalah pasar yang harga-harganya dapat menyesuaikan diri dengan cepat kepada informasi baru dan harga-harganya yang ada sekarag sepenuhnya menggambarkan informasi yang tersedia. Pasar modal yang efisien bagi pelaku bursa ditekankan pada minimalisasi biaya transaksi, artinya bahwa pasar modal yang bisa menyediakan jasa–jasa yang diperlukan oleh para pemodal dengan biaya minimal (Husnan, 2001:112).
Efisiensi dibedakan dalam efisiensi internal dan ekternal, efisiensi eksternal menunjukkan bahwa pasar modal tidak hanya menunjukkan harga yang benar, tetapi memberikan jasa yang diperlukan oleh para pembeli dan para penjual dengan biaya serendah mungkin. Efisiensi internal menunjukkan bahwa pasar berada dalam keadaan keseimbangan, sehingga keputusan perdagangan saham berdasarkan informasi yang tersedia dipasar tidak bisa memberikan abnormal return. Efisiensi seperti ini sesuai dengan efisiensi mikro pasar modal, yaitu pasar modal yang efisien secara informasional.
Istilah efisiensi yang digunakan dalam pasar modal menyangkut efisiensi alokatif, operasional, dan penentuan harga (Halim, 2003:91). Efisiensi alokatif berarti alokatif SD telah berada dalam kondisi yang optimal dan perubahan. Lebih lanjut dari alokatif SD tersebut tidak akan memperbaiki kesejahteraan pelaku. Efisiensi operasional berarti bahwa efisiensi dicapai apabila transaksi dilakukan dengan biaya transaksi minimum. Efisiensi penentuan harga memperhatikan apakah harga suatu aset sama dengan nilai ekonom intrinsiknya.Oleh karena efisiensi tergantung dari kecepatan informasi dan akutansi informasi untuk disampaikan, maka efisiensi penentuan harga sering disebut efisiensi informsional.
Dalam perspektif ini pasar efisien apabila investor secara aktif menggunakan informasi untuk mendapatkan laba. Dengan memperoleh peluang laba, investor membandingkan harga aktual dengan harga equilibrium, para investor dengan cepat mrlakukan transaksi yang dianggap sesuai dengan begitu harga aktual menyesuaikan , sehingga equilibrium tercapai.
Konsep pasar modal yang efisien menurut (Fama, 1990:57) adalah pasar modal dimana ada sejumlah pelaku yang rasional dan aktif selalu mengejar keuntungan maksimal, bersaing satu sama lain dalam semua pelaku dibursa.pasar modal dikatakan efisien bila harga pasa betul-betul segera merefleksikan semua informasi yang relevan (Fama, 1990:70)
Pasar modal yang efisien adalah pasar modal yang harga-harga sekuritasnya mencerminkan informasi yang relevan (Suad Husnan, 1996:115). Efisien pasar modal akan tercapai bila harga saham dinilai secara fair dari semua informasi yang tersedia. Jika semua informasi yang relevan dan terpercaya tercermin dalam harga-harga sekuritas dilantai bursa, maka pasar modal dikatakan efisien.
Secara teoritas maupun empiris ada tingkatan atau bentuk efisiensi pasar modal dikaitkan dengan keberadaan informasi yang tersedia bagi pelaku pasar. Ketiga bentuk tersebut adalah pasar modal dengan efisiensi bentuk lemah, setengah kuat, dan bentuk kuat (Fama, 1990:83).
Efisiensi bentuk lemah yaitu pasar modal yang harga sahamnya telah mencerminkan setiap informasi yang tersedia bagi publik dan relevan, sehingga investor tidak dapat memperoleh keuntungan diatas rata-rata. Jika hanya menguntungkan pada informasi publik (Fama, 1990:78). Harga saham merefleksikan informasi harga masa lalu dan segala informasi yang dipublikasikan kepada masyarakat ini berarti seseorang tidak mungkin mendapatkan keuntungan diatas rata-rata jika hanya mengandalkan informasi yang dipublikasikan. Semua informasi yang diketahui sekarang telah dimasukkan dalam harga pasar sekarang.
Efisiensi bentuk kuat, mengandung arti bahwa kelebihan pendapatan tidak dapat diperoleh dengan menggunakan setiap sumber informasi tanpa menghiraukan apakah informasi itu tersedia secara umum atau tidak. Ini berarti bahwa orang dalam perubahan tidak dapat memanfaatkan informasi yang mereka terima sebelum diumumkan kepada publik.
Datangnya informasi, bagaimanapun dapat mempengaruhi harga dan tidak selalu mengakibatkan harga berubah. Hal ini bisa terjadi sejak harga mencerminkan (intinya adalah sewaktu) efek gabungan dari semua informasi yang diterima pada mekanisme harga dan pengaruh harga yang diakibatkan oleh beberapa informasi tadi akan mempunyai pengaruh sehingga layak menjadi informasi. Selanjutnya, jika data diterima pada mekanisme tersebut dan berpengaruh terhadap harga (termasuk pengaruh utama dari harga tidak berubah), data dipertimbangkan sebagai informasi dan sesuai dengan definisi yang ada.
Ketersediaan informasi kepada semua unsur-unsur pasar adalah satu saja sudah cukup. Tersedianya jumlah partisipan pasar barangkali sesuai dengan pengaruh harga dari informasi tersebut. Beberapa riset memperkirakan pengaruh yang besar dari ketersediaan informasi.
Jika analis sukses menemukan informasi yang tidak tersedia pada mekanisme harga, penyebaran itu akan memperlihatkan akibat pada hasil yang aman. Sejak analis menyukai bobot pencarian mereka dan output jenis laporan informasi pada sekuritas bahwa telah mempunyai bentuk rekomendasi (atau potensial) seperti pembelian, sedikit pengukuran yang sukses pada bagian hasil dalam pameran sekuritas positif hasil yang tidak normal dalam waktu laporan informasi terdahulu.6 Contoh dari artikel informasi dilaporkan termasuk komentar mengenai ukuran pesanan, pemberian suatu kontak, hubungan buruh, rencana keuangan, prospek sebagai calon suatu merger atau akuisisi.
Sebagai suatu konsekuensi hasil yang tidak normal untuk periode yang lama untuk saham-saham dalam kelompok informasi (dibandingkan terhadap kelompok merger) jika dalam kenyataannya mereka menikmati suatu yang kurang dari yang dikembangkan. Kenyataannnya analis akan menggali dan meneruskan data mengenai informasi, dalam pengertian bahwa mereka memperlihatkan hasil, akan menyediakan beberapa bukti dalam bantuan tuntutan ini. Jika pola hasil untuk kelompok kedua ini agak sedikit berbeda dari yang diperagakan oleh kelompok merger.
Sejumlah uji empiris telah mendukung dugaan, adanya pada kondisi ekuilibrium, sebuah hubungan linier antara expected return dan resiko uji empiris mengarahkan bagaimanapun bahwa hubungan risk-return yang relevan lebih cocok jika diterapkan dari data return secara cross sectional. Kemungkinan itu meliputi: Ketidakseimbangan yang temporer. Random noise dalam proses yang mendasari pembentukan, return, Penerimaan informasi oleh investor-investor mengenai perusahaan (emiten), dan Ketidak cocokan model.
Perilaku residual cukup compatable dengan teori pasar efisien. Return berlebihan muncul karena semua informasi yang ada untuk sub set sekuritas ini tidak berpengaruh (atau cukup berpengaruh) pada mekanisme penentuan harga. Kesimpulannya adalah bahwa para analis, yang berhasil dalam usaha pengarahan, telah mengidentifikasi dan memperoleh informasi dari lingkungan untuk sekuritas yang memiliki return berlebihan. Pengungkapan, proses dan penyebaran informasi ini mendukung (atau sangat berhubungan dengan waktu dengan faktor-faktor biasa lain) pembentukan pasar informasi lain. Hasil akhir adalah eradikasi atau penghilangan langsung dari return berlebihan yang jika tiada mungkin tetap ada untuk beberapa bulan lagi. Perincian yang meningkat dalam pasar informasi untuk sekuritas ini menyebabkan informasi yang sebelumnya telah dihilangkan dan baru dihilangkan menjasdi ¡§tersedia¡¨. Ketersediaan dan penghilangan return berlebihan secara cepat yang dihasilkan dengan tepat mengisi resep-resep dari teori pasar efisien. Pola merefleksikan suatu pasar dinamik yang mencerna informasi dan menjalani proses penyeimbangan.
Pola retun untuk kelompok merger menunjuk pada suatu keadaan yang sedikit berbeda dalam pasar informasi untuk kelompok ini. Aktivitas-aktivitas sebelum merger/akuisisi telah menghasilkan perhatian yang berfokus pada perusahaan-perusahaan di bulan-bulan sebelumnya. Rekomendasi untuk menerima term atau syarat-syarat yang diajukan berpuncak pada suatu periode yang biasanya memanjang dimana para peserta pasar informasi telah berulang kali dan secara hati-hati menganalisis perusahaan yang terlibat. Para ahli analis dan pelayanan penasehat atau advisor menghasilkan perhatian khusus bagi kandidat merger/akuisisi. Sebagai suatu konsekuensi, perusahaan-perusahaan ini telah menikmati pasar informasi yang lebih efisien yang mengakibatkan ketiadaan return berlebihan yang nyata dalam enam bulan (atau lebih) sebelumnya.
Deviasi dalam bulan minus satu dan nol mungkin disebabkan oleh dicernanya (oleh mekanisme harga) item informasi lain yang seringkali menyertai aktivitas merger/akuisisi, misalnya revisi dalam penawaran (biasanya ke arah atas). Para analis memberi usulan untuk menerima penawaran mungkin disebabkan oleh adanya satu item semacam itu yang mempengaruhi harapan-harapan investor, mungkin mengubah harapan sebagai suatu hasil dari reduksi dalam ketidakpastian mengenai term-term mungkin dan fakta bahwa merger pada kenyataannya akan memuncak. Mungkin pula bahwa aktivitas mengenai deadline penerimaan mungkin menggangu proses pencernaan informasi. Pada bulan 1, return berlebihan menghilang dan perusahaan kembali menikmati pasar informasi efisien dalam bulan-bulan selanjutnya (dalam arti return berlebihan tidak lagi berkembang).
Perbedaan yang dapat dilihat dari pola return berlebih untuk kedua kelompok ini (yang dianggap menikmati efisiensi pasar informasi yang berbeda) memang menunjukkan bahwa pasar informasi tidak efisien secara seragam untuk semua sekuritas. Kedua, dalam hal beberapa sekuritas (yaitu yang berada dalam kelompok informasi), pasar informasi ini tidak efisien sepanjang waktu.
Lebih jauh lagi, kelihatannya para analis dapat mendeteksi sekuritas yang menghasilkan return berlebih ynag disesuaikan dengan resiko. Pola dari return berlebih ini mungkin tepat dengan yang menarik perhatian para analis. Efek akhir dari informasi yang dikeluarkan mereka (atau pengaruh-pengaruh lain yang berkorelasi dengan waktu) mengenai sekuritas ini merupakan pendetilan (penghalusan) atau efisiensi yang lebih besar dalam pasar informasi untuk saham-saham yang berakibat penghilangan return yang berlebihan. Level baru dari efisiensi akan bertahan untuk setidaknya beberapa bulan.
Penyesuaian harga memang menyertai dikeluarkannya item-item informasi. Item informasi analis mungkin bukan merupakan pembawa informasi yang benar tetapi pemunculannya mungkin telah merangsang aktivitas di pasar informasi sehingga menghasilkan informasi baru yang diungkap atau dilepas untuk mempengaruhi pasar informasi untuk satu kelompok yang kelihatannya lebih besar dalam paska bulan-bulan tersebut dibandingkan bulan-bulan selanjutnya.
Meskipun masuknya kelompok merger terutama dilakukan untuk menilai level pra dan paska efisiensi pasar informasi, perilaku bulan nol dari residual mungkin menunjukkan penurunan sementara dalam efisiensi pasar informasi. Di sisi lain, deviasi mungkin terjadi meskipun adanya usulan penerimaan yang dibuat oleh analis hanya karena adanya penyebaran, proses dan pencernaan informasi.

C. Kesimpulan
Pasar modal yang efisien adalah pasar modal yang harga-harga sekuritasnya mencerminkan informasi yang relevan. Efisien pasar modal akan tercapai bila harga saham dinilai secara fair dari semua informasi yang tersedia. Jika semua informasi yang relevan dan terpercaya tercermin dalam harga-harga sekuritas dilantai bursa, maka pasar modal dikatakan efisien. Informasi dapat mempengaruhi harga tapi tidak selalu mengakibatkan harga berubah. Hal ini bisa terjadi semua informasi yang diterima pada mekanisme harga diakibatkan oleh beberapa informasi.
Efisiensi bentuk lemah yaitu pasar modal yang harga sahamnya telah mencerminkan setiap informasi yang tersedia bagi publik dan relevan, sehingga investor tidak dapat memperoleh keuntungan diatas rata-rata. Semua informasi yang diketahui sekarang telah dimasukkan dalam harga pasar sekarang.
Efisiensi bentuk kuat, mengandung arti bahwa kelebihan pendapatan tidak dapat diperoleh dengan menggunakan setiap sumber informasi tanpa menghiraukan apakah informasi itu tersedia secara umum atau tidak. Ini berarti bahwa orang dalam perubahan tidak dapat memanfaatkan informasi yang mereka terima sebelum diumumkan kepada publik.

DAFTAR PUSTAKA

Abdul Halim, 2003, Analisis Investasi, Edisi Pertama, Salemba Empat, Jakarta.

Eduardus Tendelilin, 2001. Analisis Investasi Dan Manajemen Portofolio, Edisi pertama, Yogyakarta: BPFE.

Fama, John. 1990. How to Invest In Stock and Shares, Elex media Komputindo, Gramedia, Jakarta.

Farid Hariyanto, dan Siswanto Sudomo, 1998, Perangkat dan Teknik Analisis Investasi di Pasar Modal, PT. BEJ.

Jogiyanto. 1998. Teori Portofolio dan Analisis Investasi, Edisi 2. Yogyakarta: BPFE.

Suad Husnan, 2001, Dasar-dasar Teori Portofolio dan Analisis Sekuritas, Edisi Ketiga, UPP AMP YKPN, Yogyakarta.

Sunariyah, 2003, Pengantar Pengetahuan Pasar Modal, UUP AMP YKPN, Yogyakarta.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: