MANAJEMEN PORTOFOLIO PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BURSA EFEK INDONESIA

MANAJEMEN PORTOFOLIO PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BURSA EFEK INDONESIA

A. Pendahuluan
Sejak diaktifkan kembali pasar modal, bursa efek mengalami aktifitas yang meningkat dengan ditandai adanya peningkatan jumlah kapitalisasi dana sebagai modal jangka menengah dan modal jangka panjang di pasar modal. Dengan demikian perusahaan yang membutuhkan dana dapat diperoleh dana dari pasar modal (capital market). Pasar modal merupakan salah satu bagian dari pasar financial yang menjalankan fungsi ekonomi dan fungsi keuangan. Pasar modal menjadi salah satu pilihan bagi investor dalam menyalurkan dana yang mereka miliki.
Rasionalitas investor dalam menentukan investasi modal sangat dipengaruhi oleh banyak faktor, khususnya akan dipengaruhi oleh kondisi pasar modal yang mencakup berbagai informasi yang berhubungan dengan harga saham yang diperjualbelikan. Salah satu faktor yang menentukan adalah tingkat kemampuan investor memilih saham secara rasional (Bawazier dan Sitanggang, 1994: 34-40). Hal ini dapat diukur dengan sejauh mana mereka dapat menentukan pilihannya untuk mendapatkan hasil yang maksimal pada tingkat risiko tertentu dan juga dipengaruhi preferensi terhadap return dan risk yang berbeda. Investor yang rasional akan memilih portofolio yang memberi return yang maksimal pada tingkat risiko tertentu dan sebaliknya.
Risiko investasi mencerminkan perbedaan hasil yang diharapkan dengan hasil yang sesungguhnya. Apabila hasil yang sesungguhnya lebih besar dari pada yang diharapkan maka investor akan memperoleh keuntungan, tetapi apabila hasil yang diharapkan lebih besar dari pada hasil yang sesungguhnya maka investor akan mengalami kerugian.
Apabila investor mengharapkan untuk memperoleh tingkat keuntungan yang tinggi maka ia harus bersedia menanggung risiko yang tinggi pula (Suad Husnan, 2001:49). Namun demikian, risiko investasi dapat diperkecil dengan cara melakukan diversifikasi yaitu menginvestasikan dana dalam beberapa saham yang akan membentuk portofolio. Pada dasarnya risiko diukur dengan deviasi standart. Pemodal akan menginginkan nilai deviasi standart atau risiko tersebut sekecil mungkin, bahkan diharapkan yang memberi risiko yang mendekati nol. Tetapi diversifikasi ini bukanlah suatu jaminan dalam mengusahakan risiko yang minimum dengan keuntungan yang maksimum sekaligus.
Alasan makalah ini perlu dikembangkan karena didorong adaya motivasi penulis, antaranya : 1). Ingin mengetahui letak perbedaan antara peneliti yang satu dengan peneliti yang lainnya. 2). Metode penentuan portofolio yang digunakan peneliti sekarang menggunakan model indeks tunggal sedangkan peneliti sebelumnya membandingkan antara model indeks tunggal dengan random. 3). Pengamatan yang dilakukan dalam penelitian ini mengambil periode yang panjang yaitu lima tahun, karena dengan memperlebar tahun pengambilan sampel maka akan didapatkan jumlah sampel yang lebih besar sehingga memperoleh hasil yang maksimal. 4). Ingin mengetahui lebih jauh mengenai perdagangan saham yang terjadi di bursa efek.
Sistematika penulisan makalah ini adalah pendahuluan, landasan teori, metode penelitian, analisis data, pembahasan, kesimpulan, dan keterbatasan. Analisis portofolio yang digunakan dalam penelitian ini adalah portofolio bardasarkan Model Indek Tunggal. Dalam hal ini, apabila kita melakukan pengamatan maka akan terlihat bahwa pada saat pasar membaik maka harga saham akan ikut meningkat. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat keuntungan suatu saham berkorelasi dengan perubahan pasar (Husnan, 2001).

B. Landasan Teori
1. Investasi
Investasi adalah komitmen atas sejumlah dana atau sumber daya lainnya yang dilakukan pada saat ini dengan tujuan memperoleh sejumlah keuntungan di masa mendatang (Tandelilin, 2001). Investasi adalah penanaman modal untuk satu atau lebih aktiva yang dimiliki dan biasanya berjangka waktu lama dengan harapan mendapatkan keuntungan dimasa-masa yang akan datang (Sunariyah, 1996:2).
Keputusan penanaman modal tersebut dapat dilakukan oleh individu atau suatu entitas yang mempunyai kelebihan dana. Investasi dalam arti luas terdiri dari dua bagian utama yaitu investasi dalam bentuk aktiva riil dan investasi dalam bentuk surat-surat berharga atau sekuritas. Aktiva riil adalah aktiva yang berwujud seperti emas, perak, intan, barang-barang seni dan real estate (Suad Husnan, 1996:3). Dan aktiva financial adalah surat-surat berharga yang pada dasarnya merupakan klaim atas aktiva riil yang dikuasai oleh suatu entitas. Investasi adalah penundaan konsumsi sekarang untuk digunakan di dalam produksi yang efisien selama periode waktu tertentu (Jogiyanto, 1998:5).
Proses investasi menunjukkan bagaimana seharusnya seorang investor membuat keputusan investasi pada efek-efek yang dapat dipasarkan, dan kapan dilakukan.
2. Saham dan Return Saham
Saham merupakan salah satu sekuritas yang diperdagangkan di Bursa Efek selain obligasi dan sertifikat. Untuk mendapatkan modal, suatu perusahaan menerima setoran dari pemilik dan sebagai bukti setoran dikeluarkan tanda bukti kepemilikan yang berbentuk saham yang diserahkan kepada pihak-pihak yang menyetor modal (Baridwan, 1993).
Return total merupakan return keseluruhan dari suatu investasi dalam suatu periode tertentu. Sumber-sumber return terdiri dari dua komponen utama yaitu yield dan capital gain (capital loss). Yield merupakan komponen return yang mencerminkan aliran ka atau pendapatan yang diperoleh secara periodic dari uatu investai. Sedangkan capital gain (capital loss) merupakan kenaikkan (penurunan) harga suatu surat berharga, yang bias memberikan keuntungan (kerugian) bagi investor. Dengan menjumlahkan kedua komponen return tersebut dapat menghasilkan return total yang dapat diformulasikan sebagai berikut (Jogiyanto, 1998) :
Return saham =
Dimana : Pt : harga investai periode t
Pt-1 : harga investasi periode t-1

3. Risiko Investasi dan Beta Saham
Risiko adalah kepemilikan sekuritas secara umum dinyatakan dengan kemungkinan return sebenarnya kurang dari return yang diharapkan (Fischer, 1987). Sumber risiko sistematis adalah factor dalam investasi atau kekuatan yang tidak dapat dikontrol, factor eksternal yang mempengaruhi investasi atau risiko yang selalu ada dan tidak bisa dihilangkan dengan diversifikasi. Sedang sumber risiko tidak sistematis adalah faktor internal yang mempengaruhi industri atau perusahaan atau risiko yang bisa dihilangkan dengan diversifikasi (Husnan, 1996:159)
Dalam konteks manajemen investasi, risiko merupakan besarnya penyimpangan antara tingkat pengembalian yang diharapkan (expected return) dengan tingkat pengembalian yang dicapai secara nyata (actual return). Semakin besar penyimpangannya berarti semakin besar tingkat risikonya. Apabila risiko dinyatakan sebagai seberapa jauh hasil yang diperoleh bisa menyimpang dari hasil yang diharapkan, maka digunakan ukuran penyebaran. Alat statistik yang digunakan sebagai ukuran penyebaran tersebut adalah varian atau deviasi standar.
Beta adalah pengukur risiko sistematik dari suatu sekuritas atau portofolio relatif terhadap risiko pasar (Jogiyanto, 1998). Beta portofolio mengukur volatilitas return portofolio dengan return pasar. Volatilitas dapat didefinisikan sebagai fluktuasi dari return-return suatu sekuritas atau portofolio dalam suatu periode waktu tertentu. Jika fluktuasi return-retur sekuritas atau portofolio secara statistik mengikuti fluktuasi dari return pasar, maka beta dari sekuritas tersebut bernilai 1. Karena fluktuasi juga sebagai pengukur dari risiko, maka beta bernilai 1 menunjukkan bahwa risiko sistematik suatu sekuritas sama dengan risiko pasar. Beta dapat juga dihitung dengan menggunakan persamaan regresi dengan menggunakan return sekuritas sebagai variabel dependen dan return pasar sebagai variabel independen.
Mengetaui beta suatu sekuritas atau beta suatu portofolio merupakan hal yang penting untuk menganalisis sekuritas atau portofolio tersebut. Beta suatu sekuritas menunjukkan risiko sistematiknya yang tidak dapat dihilangkan karena diversifikasi. Mengetaui beta masing-masing sekuritas juga berguna untuk pertimbangan memasukkan sekuritas tersebut kedalam portofolio yang akan dibentuk. Beta suatu sekuritas dapat dihitung dengan teknik estimasi yang menggunakan data historis. Beta yang dihitung berdasarkan data histories ini selanjutnya dapat digunakan untuk mengestimasi beta masa depan. Analisis sekuritas dapat menggunakan data hitoris dan kemudian menggunakan faktor-faktor lain yang diperkirakan dapat mempengaruhi beta masa depan.
Saham-saham dalam indeks LQ 45 harus memenuhi kriteria tertentu, antara lain :
1. Masuk dalam urutan 60 besar dari total transaksi saham di pasar reguler (rata-rata nilai transaksi selama 12 bulan terakhir).
2. Ranking berdasar kapitalisasi pasar (rata-rata kapitalisasi pasar selama 12 bulam terakhir).
3. Telah tercatat di BEJ minimal 3 bulan.
4. Kondisi keuangan dan prospek pertumbuhan perusahaan, frekuensi dan jumlah hari transaksi di pasar regular.
Apabila terdapat saham yang tidak memenuhi kriteria lagi, maka saham tersebut akan dikeluarkan dari indeks dan digantikan oleh saham lain yang memenuhi kriteria.
Pada waktu kita melakukan analisis portofolio, perhatian kita akan terpusat pada dua parameter, yaitu tingkat keuntungan yang diharapkan dan tingkat risiko. William Sharpe (1963), mengembangkan model yangdisebut dengan model indek tunggal. Model indeks tunggal dapat digunakan untuk menghitung return ekspektasi dan risiko portofolio. Model indek tunggal didasarkan pada pengamatan bahwa harga dari suatu sekuritas berfluktuasi searah dengan indeks harga saham (Jogiyanto, 1998:203). Secara khusus dapat diamati bahwa kebanyakan saham cenderung mengalami kenaikkan harga jika indeks harga saham naik dan sebaliknya. Dengan dasar ini, return dari suatu sekuritas dan return dari indek pasar dapat diformulasikan :
Ri = αi + βi .Rm + ei
Dimana :
Ri : Return sekuritas i
αi : Nilai pengharapan saham i yang tidak dipengaruhi pasar
βi : Risiko sistematik saham i
Rm : Return pasar
ei : tingkat keuntungan saham i yang tidak dipengaruhi pasar

4. Portofolio
Portofolio dapat diartikan sebagai serangkaian kombinai beberapa aktiva yang diinvestasikan dan dipegang oleh investor baik perorangan maupun lembaga (Sunariyah, 1991). Kombinasi aktiva tersebut bisa berupa aktiva riil, aktiva financial maupun keduanya. Seorang investor yang menginvetasikan dananya di pasar modal biasanya tidak hanya memilah satu saham saja. Alasannya, dengan melakukan kombinasi saham investor dapat meraih return yang optimal sekaligus akan memperkecil risiko melalui diversifikasi. Namun demikian, memilih portofolio optimal bukanlah hal yang mudah.
Pembentukan portofolio berangkat dari usaha diversifikasi investasi guna mengurangi risiko. Semakin banyak jenis efek yang dikumpulkan dalam keranjang portofolio, maka kerugian saham yang satu dapat dinetralisir oleh keuntungan yang diperoleh dari saham lain. Akan tetapi, diversifikai ini bukanlah suatu jaminan dalam mengusahakan risiko yang minimum dengan keuntungan yang maksimal sekaligus. Tujuan pembentukan suatu portofolio adalah ebagai berikut : Memperoleh keuntungan investasi maksimal dengan tingkat risiko tertentu dan Tingkat risiko minimal berusaha untuk memperoleh keuntungan invetasi tertentu.

C. Metode Penelitian
Dalam penelitian ini penulis menggunakan jasa penelitian empiris. Penelitian empiris yaitu cara-cara yang dilakukan itu dapat diamati indera manusia (Sugiyono, 1998). Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui tingkat return dan risiko pada investasi saham dan penentuan saham yang masuk dalam kandidat portofolio. Sifat penelitian ini adalah penelitian survey yang menggunakan data sekunder
Populasi dalam penelitian ini adalah semua perusahaan yang sahamnya aktif diperdagangkan di BEJ dan tergabung dalam indeks LQ 45 selama 10 periode pengamatan, yaitu pada tahun 2001 untuk periode pengamatan antara bulan Januari 2001 sampai dengan bulan Desember 2001, tahun 2002 untuk pengamatan antara bulan Januari 2002 sampai dengan bulan Desember 2002, tahun 2003 untuk pengamata antara bulan Januari 2003 sampai dengan bulan Desember 2003, tahun 2004 untuk pengamatan antara bulan Januari 2004 sampai dengan bulan Desember 2004, tahun 2005 untuk pengamatan antara bulan Januari 2005 sampai dengan ulan Desenber 2005.
Karakteristik sampel yang dipilih adalah sebagai berikut :
1. Perusahaan yang termasuk dalam daftar peringkat perusahaan yang menerapkan return optimal saham yang dikeluarkan oleh Bursa Efek Jakarta.
2. Perusahaan yang masuk dalam Indek LQ 45 selama periode 2001 sampai 2005.
Teknik analisis data dengan cara menghitung beta:
Ri =
Dimana ;
Ri : return ekuritas i
αi : nilai pengharapan saham I yang tidak dipengaruhi paar
βi : risiko sistematis saham i
Rm : return pasar
ei : elemen acak dari tingkat keuntungan saham i yang tidak dipengaruhi
pasar.

D. Analisis Data
1. Menghitung return saham dan return yang diharapkan (return ekspektasi).
No Saham (Rit) (E(Ri))
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21. AALI
ANTM
ASGR
ASII
AUTO
GGRM
GJTL
HMSP
INDF
ISAT
JIHD
KLBF
MPPA
PNBN
RALS
SMCB
SMGR
TINS
TLKM
TSPC
UNTR 247,0362
994,66715
28,418584
210,95708
99,414987
30,2214
127,69951
66,185214
39,484774
65,615977
201,12411
340,58928
115,122
370,55389
-45,61457
51,943681
169,91019
129,36776
126,6183
100,77448
288,09477 4,1871
16,8588
0,4817
3,5755
1,6850
0,5122
2,1644
1,1218
0,6692
1,1121
3,4089
5,7727
1,9512
6,2806
-0,7731
0,8804
2,8798
2,1927
2,1461
1,7080
4,8830
Dari perhitungan tingkat return saham dan tingkat keuntungan yang diharapkan masing-masing saham dapat disimpulkan bahwa :
a. Investor akan memilih saham-saham dengan tingkat return dan tingkat keuntungan yang diharapkan yang besar yaitu pada saham ANTM, PNBN, KLBF, UNTR, AALI, ASII, JIHD, SMGR, TINS, GJTL, TLKM, MPPA, TSPC, AUTO, HMSP, ISAT, SMCB, INDF, GGRM, dan ASGR, karena setiap investor yang menanamkan dananya pasti berpengharapan bahwa dana yang ditanamkan pada saham akan mendapatkan tingkat keuntungan (capital gain) yang besar.
b. Investor akan menghindari saham-saham yang mempunyai tingkat return dan tingkat keuntungan yang diharapkan yang kecil yaitu hanya pada saham RALS, karena investor tidak ingin mendapatkan kerugian (capital loss) pada saat menanamkan dananya pada suatu saham.
2. Menghitung return market (Rmt) dan tingkat keuntungan yang diharapkan dari pasar (E(Rmt)).
Dari rumus diatas, maka dapat diperoleh nilai return market (Rmt) sebesar 135,81% dan tingkat keuntungan yang diharapkan dari pasar (E(Rmt)) sebesar 2,30%.
3. Menghitung beta.
Beta dihitung dengan menggunakan regresi sederhana yang memisalkan y sebagai tingkat return saham ( Rit ) dan x sebagai return pasar ( Rmt ). Dengan persamaan regresi tersebut maka beta saham dapat dihitung. Berikut hasil perhitungan beta saham :
Tabel IV.3
Daftar nilai beta
No Saham Beta
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21. AALI
ANTM
AGR
ASII
AUTO
GGRM
GJTL
HMP
INDF
ISAT
JIHD
KLBF
MPPA
PNBN
RALS
SMCB
SMGR
TINS
TLKM
TSPC
UNTR 0,310
0,950
0,567
0,711
0,310
0,400
0,506
0,516
0,523
0,607
1,127
0,378
0,215
0,897
0,413
0,157
0,888
0,637
0,451
0,401
0,790

Dari perhitungan beta pada masing-masing saham diatas, maka dapat disimpulkan bahwa :
a. Investor yang senang dengan risiko akan lebih memilih saham dengan nilai beta yang besar karena dengan nilai beta yang besar, maka return yang diperoleh juga besar. Sehingga investor cenderung memilih saham AALI, ANTM, ASGR, ASII, AUTO, GGRM, GJTL, HMSP, INDF, ISAT, JIHD, KLBF, MPPA, PNBN, SMCB, SMGR, TINS, TLKM, TSPC, dan UNTR.
b. Investor yang tidak senang dengan risiko, maka akan memilih saham yang memilih beta kecil yaitu hanya pada saham RALS.

E. Pembahasan
Mengukur return dan risiko suatu sekuritas di dalam portofolio sangat diperlukan untuk mendapatkan portofolio yang efisien. Portofolio yang efisien didefinisikan sebagai portofolio yang memberikan return ekspektasi terbesar dengan dengan risiko yang sudah tertentu atau memberikan risiko yang terkecil dengan return ekspektasi yang sudah tertentu. Investor yang rasional akan memilih portofolio efisien ini karena merupakan portofolio yang dibentuk dengan mengoptimalkan satu dari dua dimensi, yaitu return ekspektasi dan risiko portofolio. Rasionalitas adalah suatu hal yang sangat penting bagi seorang investor dalam mengambil keputusan investasi. Dalam suatu investasi tidak jarang seorang investor melakukan investasi secara random yang sering dikenal dengan istilah “Gambling”. Hasil investasi dengan cara gambling lebih sering menimbulkan kerugian dari pada investasi yang dilakukan dengan rasionalitas.
Seorang investor yang rasional tentu akan berinvestasi dengan membentuk portofolio yang dapat memberikan return optimal sekaligus yang meminimalkan risiko. Pembentukan portofolio optimal memerlukan alat analisis yang relevan sehingga akan diperoleh hasil seperti yang diharapkan. Alat analisis yang dapat digunakan dalam penentuan portofolio optimal adalah model indek tunggal, karena model ini sederhana dan mudah dioperasikan.

F. Kesimpulan
Berdasarkan pada penelitian dan hasil penelitian yang telah dilakukan pada saham AALI, saham ANTM, saham ASGR, saham ASII, saham AUTO, saham GGRM, saham GJTL, saham HMSP, saham INDF, saham ISAT, saham JIHD, saham KLBF, saham MPPA, saham PNBN, saham RALS, saham SMCB, saham SMGR, saham TINS, saham TLKM, saham TSPC, dan saham UNTR sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa :
Diperoleh sembilan saham yang menjadi kandidat portofolio yaitu saham saham ANTM dengan return sebesar 994,67% dan risiko sebesar 0,95%, saham RALS dengan return sebesar -45,61% dan risiko sebesar 0,41%, saham AALI dengan return sebesar 247,04% dan risiko sebesar 0,31%, saham GGRM dengan return sebesar 30,22% dan risiko sebesar 0,40%, saham INDF dengan return sebesar 39,48% dan risiko sebesar 0,52%, saham ASGR dengan return sebesar 28,42% dan risiko sebesar 0,57%, saham SMCB dengan return sebesar 51,94% dan risiko sebesar 0,16%, saham KLBF dengan return sebesar 340,59% dan risiko sebesar 0,38%, saham PNBN dengan return sebesar 370,55% dan risiko sebesar 0,90%. Kesembilan saham tersebut termasuk dalam kandidat portofolio karena memiliki nilai ERB lebih besar dari Ci.

F. Keterbatasan
Penelitian ini tidak terlepas dari keterbatasan-keterbatasan meskipun diharapkan tidak akan mengurangi manfaat yang ingin dicapai. Keterbatasan-keterbatasan tersebut adalah:
a. Keterbatasan utama dalam penelitian ini adalah pada periode pengamatan yang diambil dari bulan Januari 2001 sampai dengan Desember 2005 karena Model Indeks Tunggal didasarkan pada pengamatan bahwa harga suatu sekuritas berfluktuasi searah dengan indeks harga saham, maka dengan periode yang panjang diharapkan bahwa return-return dari sekuritas berkorelasi karena adanya reaksi umum (common response) terhadap perubahan-perubahan nilai pasar untuk memperoleh hasil yang maksimal (Jogiyanto, 2000:203).
b. Dalam penelitian ini sampel yang diambil hanya mencakup perusahaan yang masuk dalam Indeks LQ 45 saja, sehingga kurang bisa menjadi acuan bagi para investor secara keseluruhan.

C. Implikasi
Implikasi dari hasil kesimpulan adalah sebagai berikut :
a. Bagi investor hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam melakukan investasi, khususnya dengan mengetahui tingkat return dan risiko agar mendapatkan keuntungan yang maksimal.
b. Portofolio optimal yang dibentuk dalam penelitian ini dapat digunakan sebagai benchmark atas saham-saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Jakarta dan yang ditawarkan oleh fund manager kepada investor, juga dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan investasi di Bursa Efek Jakarta.
DAFTAR PUSTAKA

Tandelilin, Eduardus. 2001. Analisis Investasi dan Manajemen Portofolio, Edisi 1, BPFE : Yogyakarta

Jogiyanto, 1998. Teori Portofolio dan Analisis Investasi, Edisi ke-2, BPFE : Yogyakarta

M, Fakhruddin, 2001. Perangkat dan Model Analisis Investasi di Pasar Modal, Edii 1, PT Elex Media Komputindo

Husnan, Suad. 1984. Risiko Dalam Keputusan Investasi, BPFE : Yogyakarta

Husnan, Suad. 1993. Dasar-dasar Teori Portofolio dan Analisis Sekuritas, Edisi ke-3, UPP-AMP YKPN : Yogyakarta

Sunariah, 2003. Pengantar Pengetahuan Pasar Modal, Buku 3, UPP-AMP YKPN : Yogyakarta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: